Dimana salah satu perusahaan anggota Gapki Bengkulu, PT DSJ juga ikut terdampak oleh gangguan. Dimana masyarakat menuntut program Revitalisasi Perkebunan, padahal program itu tidak pernah masuk daerah ini.
"Masyarakat harus lebih bijak dan berhati hati dalam menyerap informasi, serta wajib melakukan cross check di lapangan, jangan mudah percaya dengan informasi yang tidak benar yang akhirnya melakukan tindakan yang melanggar hukum," kata John.
John menambahkan, perlu adanya solusi penyelesaian terbaik bagi anggota Gapki yang mengalami permasalahan sosial. Hal ini diharapkan dapat mengembalikan gairah iklim investasi perkebunan kelapa sawit, sambil menjaga situasi kamtibmas di Bengkulu, terutama menjelang Pemilu 2024.
"Dalam menghadapi tantangan ini, Gapki Bengkulu dan seluruh anggotanya diimbau untuk fokus pada kesepahaman dan kerjasama. Upaya bersama ini diharapkan dapat memberikan solusi konstruktif, mendukung pemulihan iklim investasi, dan menjaga stabilitas kamtibmas di Provinsi Bengkulu," pungkasnya.
Begini Refleksi Industri Sawit Tahun 2023 di Bengkulu
Diskusi pembaca untuk berita ini