Pekanbaru, elaeis.co - Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) sudah berjalan lebih dari lima tahun di Provinsi Riau. Sebagai daerah penghasil sawit terbesar, Riau memang menjadi daerah yang diperioritaskan untuk mendapatkan program itu.
Kepala Dinas Perkebunan (Kadisbun) Provinsi Riau, Zulfadli, mengatakan hingga saat ini sudah lebih dari 31 ribu hektar kebun sawit petani yang direplanting melalui program PSR itu.
Hal ini diungkapkannya saat memberi sambutan dalam Focus Group Discussion Percepatan Peremajaan Sawit Rakyat yang digelar oleh Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) di Pekanbaru, kemarin.
"Program Peremajaan Sawit Rakyat di Provinsi Riau yang merupakan program strategis nasional ini, sudah dimulai sejak tahun 2017 dan sampai saat ini realisasinya di Riau luasnya sudah mencapai 31.180 hektar dengan jumlah pekebun mencapai 12.848 orang," katanya.
Zulfadli mengatakan, untuk meremajakan sawit tersebut, dana yang tersalur oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) sudah mencapai Rp 845 miliar.
"Dengan dana yang disalurkan sebesar Rp 845 miliar. Hanya saja kemarin di tahun 2022 kita mengalami sedikit kendala sehingga tidak jalan," tandasnya.
BPDPKS Sudah Kucurkan Rp 845 Miliar untuk PSR di Riau
Diskusi pembaca untuk berita ini