JAKARTA, elaeis.co - Setelah sukses menembus level Rp 13.600-an per kilogram (Kg), akhirnya harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) harus melalui jalan terjal, turun ke level Rp 13.560-an per Kg.
Informasi tersebut berhasil didapatkan oleh elaeis.co berdasarkan hasil dari proses tender yang diselenggarakan oleh PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) periode Selasa, 24 September 2024, sore.
Kalau dihitung-hitung, maka jumlah penurunan tersebut mencapai Rp 70 per Kg. Ini sebuah jumlah yang lumayan juga, walau belum seberapa jika dibandingkan dengan jumlah kenaikan harga CPO sebesar Rp 233 per Kg hasil tender sehari sebelumnya.
Menariknya, proses tender kali ini masih tanpa Pelabuhan Belawan di kota Medan, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), meski "digantikan" oleh stok CPO milik PT SAN Unit Pelabuhan Belawan yang berakhir closing, tidak lagi withdraw (WD).
Di samping itu, proses tender kali ini juga kembali ramai, menghadirkan sejumlah pelabuhan seperti Teluk Bayur di kota Padang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), dan Talang Duku di Provinsi Jambi.
Kita khawatir kalau hasil tender harga CPO ini berpotensi menekan harga pembelian tandan buah segar (TBS) di tingkat petani kala ditransaksikan di tingkat pabrik kelapa sawit (PKS), loading RAM, toke, maupun pengepul.
Di samping CPO, nasib yang tak terlalu baik terjadi pada harga minyak mentah inti sawit atau crude palm kernel oil (CPKO) yang berakhir dengan WD pada tender PT KPBN di periode yang sama.
Hasil Tender PT KPBN Periode 24 September 2024 CPO Melorot, CPKO WD
Diskusi pembaca untuk berita ini