“Dengan mengolah biomassa sawit menjadi bahan baku yang berguna, kita sudah bisa menciptakan nilai tambah bagi industri kelapa sawit," tutur Putu lebih lanjut.

"Di samping itu, pengolahan biomassa sawit ini juga mendukung upaya pemerintah untuk mengurangi emisi gas rumah kaca atau GRK," beber Putu.

Menurutnya, inovasi berbahan kelapa sawit ini sudah sejalan dengan komitmen dari pemerintah yang berupaya untuk menuju kebijakan industri nasional yang berkelanjutan dan pro-lingkungan.

Pihaknya melihat bahwa inovasi dalam pengelolaan biomassa sawit ini tidak hanya memberikan keuntungan ekonomi, tetapi juga meningkatkan keberlanjutan sektor perkelapasawitan di Indonesia.

"Dengan memanfaatkan limbah sebagai sumber daya, diharapkan industri kelapa sawit dapat bertransformasi menjadi lebih efisien dan ramah lingkungan," tegas Putu Juli Ardika.