Babel, elaeis.co - Kendati sebagian besar dari 25 pabrik kelapa sawit (PKS) di Provinsi Bangka Belitung (Babel) sudah mulai dibuka lagi sejak Selasa (25/4) kemarin, tapi operasional mereka belum maksimal.
Penyebabnya, menurut Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Babel Sahuruddin, karena masih banyak petani sawit yang belum memulai kegiatannya.
Akibatnya, menurut Sahuruddin kepada elaeis.co melalui sambungan telepon, Rabu (26/4), pasokan tandan buah segar (TBS) sawit dari para petani ke PKS-PKS yang ada di Babel masih terbatas.
Menurut Sahuruddin, bagi petani sawit yang beragama Islam masih memanfaatkan momentum libur Lebaran dengan berbagai aktifitas seperti mengunjungi keluarga, berwisata dan lainnya. Sementara bagi yang non-muslim kebanyakan melakukan kunjungan wisata.
Tambahan lagi, menurut Sahuruddin, sejumlah petani sawit di Babel ada yang berasal dari luar daerah, dan memanfaatkan momentum libur Lebaran untuk pulang kampung bersama keluarga.
"Kondisi ini diprediksi masih akan terjadi di beberapa hari ke depan," sebut Sahuruddin.
"Saya perkirakan, baru pada Senin mendatang aktifitas para petani sawit di daerah ini akan normal kembali," sambungnya.
Sahuruddin juga tidak menutup kemungkinan bahwa kondisi yang ada antara lain dimungkinkan oleh harga TBS sawit yang lumayan memadai menjelang Lebaran lalu, yang memungkinkan petani melakukan banyak kegiatan untuk memanfaatkan momentum Lebaran.
Sahuruddin tak menampik terjadinya penurunan angka produksi sawit di daerah itu. Tapi, diingatkan Sahuruddin, secara akumulatif angka produksi bulanan tidak akan terjadi penurunan.
Penyebabnya, menurut Sahuruddin, menjelang Lebaran lalu para petani sudah menggenjot angka produksi sampai ke titik tertinggi.
"Begitu kegiatan normal lagi, yang diperkirakan Senin mendatang, para petani akan kembali menggenjot produksi sawitnya," demikian Sahuruddin.
Libur Lebaran, Banyak Petani Sawit di Babel yang Belum Beraktifitas Lagi
Diskusi pembaca untuk berita ini