Jakarta, elaeis.co - Harga kontrak berjangka minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di Bursa Malaysia Derivatives kembali pulih setelah penurunan beruntun. Kenaikan harga ini didorong oleh harga minyak sawit mentah.
Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives pada penutupan Senin (9/1), pengiriman Januari 2023 naik 39 Ringgit menjadi 4.020 Ringgit Malaysia per ton.
Kontrak pengiriman Februari 2023 juga naik 56 Ringgit menjadi 4.094 Ringgit Malaysia per ton, Maret 2023 naik 66 Ringgit menjadi 4.118 Ringgit Malaysia per ton, dan April 2023 naik 72 Ringgit menjadi 4.121 Ringgit Malaysia per ton.
Begitu juga Mei 2023 naik 78 Ringgit menjadi 4.118 Ringgit Malaysia per ton dan Juni 2023 naik 72 Ringgit menjadi 4.102 Ringgit Malaysia per ton.
Trader minyak sawit David Ng mengatakan, kenaikan harga disebabkan karena ekspetasi ekspor CPO yang lemah. Dengan begitu support terlihat di 3.800 Ringgit dan Resistance 4.200 Ringgit Malaysia per ton.
Sementara, pemilik Palm Oil Analytics yang berbasis di Singapura, Sathia Varqa mengatakan, perburuan CPO murah membantu mengangkat harga di pasar. Kendati begitu, pedagang masih hati-hati karena menunggu data ekspor Dewan Minyak Sawit Malaysia (MPOB) periode 1-10 Januari 2023.
"CPO diperkirakan akan bullish karena stok terlihat menurun ke level terendah empat bulan terakhir," kata Varqa dikutip dari Bernama.
Minyak Mentah Bawa Berkah, Harga CPO Akhirnya Naik
Diskusi pembaca untuk berita ini