Bengkulu, elaeis.co - Pengamat Pertanian Bengkulu, Prof Zainal Muktamar mengatakan bahwa suhu rata-rata pada musim kemarau saat ini berkisar 25 hingga 27 derajat celcius. Menurutnya ini dapat memicu kerontokan pada buah kelapa sawit.
"Suhu panas saat ini membuat buah sawit rontok. Ini tidak hanya terjadi pada tanaman sawit saja. Melainkan juga tanaman lain," kata Prof Zainal, Minggu (8/10).
Apalagi buah kelapa sawit yang rontok cenderung lebih kecil dan tidak berkualitas seperti biasanya. Hal ini juga berdampak pada harga jual buah kelapa sawit di pasaran.
Rontoknnya buah sawit ini membuat petani rugi karena tanaman itu merupakan sumber pendapatan utama bagi mereka. Para petani kini harus berjuang lebih keras untuk mengumpulkan buah yang rontok agar pendapatan mereka tetap stabil.
"Ada juga petani yang menyampaikan kalau buah sawit yang rontok di jual dengan harga lebih rendah karena kualitasnya buruk. Ini sangat merugikan mereka," ungkapnya.
Zainal berharap, fenomena buah sawit yang rontok ini tidak meluas dan segera mereda. Sehingga petani sawit tetap mendapatkan pendapatan yang lebih baik.
"Kita berharap ini segera berakhir dan petani tidak lagi menemukan ada buah sawit yang rontok dari pohon," tutupnya.
Musim Kemarau Bikin Buah Sawit Rontok
Diskusi pembaca untuk berita ini