Padang, elaeis.co - Sekitar 100 hektar kebun kelapa sawit di Silaut, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) hangus terbakar. Bahkan api baru dapat dijinakkan setelah 6 hari petugas berjibaku memadamkan.

Berkaca dari peristiwa tersebut, Ketua DPW Apkasindo Sumatera Barat (Sumbar), Jufri Nur mewanti-wanti agar petani kelapa sawit lebih waspada. Terutama bagi petani yang berada di kawasan gambut.

"Memang kita butuh kewaspadaan yang ekstra. Karena cuaca yang cukup ekstrim ini lahan mudah terbakar," paparnya.

Menurutnya petani perlu melakukan patroli di kebun kepala sawitnya masing masing. Atau bahkan membentuk kelompok-kelompok untuk bergantian melakukan kegiatan pengawasan di kebun-kebun petani.

Petani juga diharapkan dapat memberikan imbauan kepada masyarakat yang beraktifitas di wilayah kebun. Misalnya memancing dan sebagainya. 

"Kadang puntung rokok saja bisa menyebabkan kebakaran ini. Nah jadi lakukan imbauan agar tidak menyalakan rokok di lahan yang kering, terutama gambut," paparnya.

"Kalau bisa petani memiliki kanal yang dapat sebagai tampungan air agar lahan gambut tetap basah," imbuhnya.

Untuk diketahui, saat ini baru 90% lahan terbakar di Silaut sudah dipadamkan. Sebagian besar wilayah itu adalah lahan gambut dengan tanaman kelapa sawit.

Pemadaman yang memakan waktu cukup lama ini dipengaruhi lantaran lokasi titik kebakaran berada jauh dari   jalan yang digunakan. Sementara alat pemadam yang dibawa petugas terbatas.

Lokasi kebakaran berjarak 186 km dari Kabupaten Painan dan 264 km dari kota Padang. Lokasi berbatasan langsung dengan Provinsi Bengkulu.