Sekayu, elaeis.co - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (muba), Sumatera Selatan, akan me-launching kesepakatan bersama (MoU) dengan PT Guthrie Pecconina Indonesia (GPI) tentang kerja sama Fasilitasi Pembangunan Kebun Kelapa Sawit Masyarakat di Desa Bumi Ayu Kecamatan Lawang Wetan.
Hal ini terungkap dalam rapat persiapannya yang dipimpin oleh Asisten I Setda Muba H Yudi Herzandi SH MH bersama Perangkat Daerah terkait dan pihak PT GPI di Ruang Rapat Randik Setda Muba, Kamis (2/3).
Diketahui, skema kerja sama bidang perkebunan kelapa sawit yang diinisiasi Pemkab Muba tersebut sebagai pilot project atau kali pertama di Indonesia. Kewajiban perusahaan dalam hal ini PT GPI adalah membangun 20% kebun plasma dari luasan lahan HGU dengan sistem 70% milik masyarakat dan 30% dikembalikan ke pemerintah desa.
"Ini sesuai komitmen pimpinan kita, Pj Bupati Muba H Apriyadi, untuk meningkatkan kesejahteraan petani sawit," kata Yudi melalui keterangan resmi Diskominfo Muba, Jumat (3/3).
Lanjutnya, rapat itu merupakan pertemuan terakhir untuk membahas persiapan pelaksanaan kegiatan yang akan dilaksanakan pada 7 Maret mendatang.
"Ini rapat final launching plasma yang ada di Kecamatan Lawang Wetan, MoU sudah selesai tinggal pelaksanaan. Hari ini kita harus selesaikan persiapan yang ada di lapangan," tegasnya.
Manager PT GPI, Ramdon menyampaikan, sistem pembukuan kebun plasma yang akan di launching memang berbeda. 70% lahan plasma akan menjadi milik masyarakat dan 30% akan menjadi kebun milik pemerintah desa. Sebelumnya, sistem yang dilakukan PT GPI, 60% milik masyarakat dan 40% perusahaan.
"Total izin PT GPI seluas 1.136 hektare, kondisi lahan dan status lahan aman. Rencana kegiatan akan kita laksanakan di Desa Bumi Ayu. Kita sangat serius melakukan kerja sama ini. Dan sesudah penandatanganan MoU, kami akan lebih serius lagi menggarap lahan ini," tuturnya.
Plasma Sawit Sistem Baru Bakal Di-Launching di Muba
Diskusi pembaca untuk berita ini