Kampar, elaeis co - Program beasiswa sawit yang digelontorkan pemerintah melalui Badan Pengelolaan Dana Perkebunan (BPDP) kelapa sawit untuk tahun 2025 telah resmi dibuka beberapa hari lalu. Program ini ditargetkan diikuti 4.000 penerima manfaat yang notabenenya adalah anak pelaku usaha di perkebunan kelapa sawit.

Tergabung menjadi salah satu perguruan tinggi yang ditunjuk sebagai tempat belajar-mengajar bagi para mahasiswa dan mahasiswi program beasiswa kelapa sawit, Politeknik Kampar di Provinsi Riau komitmen memberikan pembelajaran yang maksimal bagi para penerima manfaat. Dimana tahun 2025, Polkam siap menampung sebanyak 240 mahasiswa dan mahasiswi dari seluruh Nusantara.

"Tahun ini target kita sebanyak 240 orang dari 4.000 peserta yang disediakan BPDP kelapa sawit," ujar Direktur Polkam, Nina Veronika saat berbincang bersama elaeis.co, Senin (19/5).

Diakui Nina, target ini sebetulnya menurun jika dibandingkan target pada 2024 lalu. Tahun lalu targetnya mencapai 270 orang mahasiswa dan mahasiswi.

Menurutnya, angka ini turun lantaran jumlah perguruan tinggi yang menjadi lokasi belajar mengajar semakin bertambah. Dimana dari 23 perguruan tinggi, saat ini jumlahnya mencapai 41 perguruan tinggi.

"Kemungkinan kuota dibagi dengan perguruan tinggi yang lain. Sehingga memudahkan para calon mahasiswa untuk memilih perguruan tinggi untuk tempatnya belajar," paparnya.

Meski begitu, jika dilihat dari kuota, Polkam menduduki peringkat ke empat jumlah kuota tertinggi dari 41 perguruan tinggi yang ada. Malah menjadi satu-satunya perguruan tinggi dengan jumlah kuota terbanyak di luar pulau Jawa.

Dimana nantinya target tersebut akan di bagi di tiga program studi yakni D2,D3 dan D4. D2 hanya ada satu jurusan yakni teknik pengolahan kelapa sawit. Lalu D3 dua jurusan Teknik Pengolahan Sawit, Teknik Perawatan dan Perbaikan Mesin dan Teknik Informatika. Sementara D4 dua jurusan yakni Pengelolaan Perkebunan  dan Teknologi Rekayasa Logistik.