Fakta Lapangan: Mengapa Verifikasi Penting

Para ahli menekankan bahwa pengukuran Scope 3 memerlukan pergeseran dari rata-rata generik 
ke data yang spesifik dan kontekstual. Perubahan tata guna lahan, aplikasi pupuk, dan logistik sangat bervariasi di berbagai wilayah. 

Model global tunggal tidak akan dapat menangkap perbedaan ini. Citra satelit dan alat digital telah maju, tetapi tanpa validasi lapangan, angka-angka tetap bisa diperdebatkan. 

Sementara berbeda dengan KOLTIVA yang menugaskan agen ke lapangan dan agronomis lokal dan bekerja langsung dengan petani kecil untuk memastikan data.

“Menilai emisi bersama petani di lapangan memberi kami titik masuk untuk perubahan nyata. Baik dengan menyesuaikan penggunaan pupuk, memperbaiki persiapan lahan, atau mengubah limbah tanaman menjadi biochar," kata Andre. 

Menurutnya langkah-langkah praktis ini dapat menurunkan emisi sekaligus membangun kepercayaan dari produsen menjadi mitra iklim, bukan hanya sekadar titik data.

Andre mengatakan, pendekatan ganda ini yang menggabungkan keterlacakan digital dengan verifikasi di tingkat lapangan juga dapat dipastikan bisa mengungkapkan data dan mampu bertahan dari pengawasan regulator dan investor sambil mendorong perbaikan nyata di rantai pasok.

"KOLTIVA telah mengembangkan jalur terstruktur yang mengubah ambisi iklim perusahaan 
menjadi aksi yang dapat diverifikasi. Pendekatan ini dimulai dengan kepatuhan dan dokumentasi terverifikasi, memetakan lahan hingga tingkat poligon untuk memastikan sumber tanpa deforestasi dan selaras dengan SBTi FLAG dan ISO 14068-1," kata Andre.

Hal ini juga diperkuat dengan sistem  keterlacakan digital KoltiTrace MIS, yang menangkap data emisi langsung dari lahan dan pemasok, bukan dari sampel terbatas. 

Sistem ini juga terintegrasi dengan Cool Farm Tool, kerangka kerja internasional untuk menghitung emisi gas rumah kaca di lahan, penyerapan karbon tanah, dan dampak keanekaragaman hayati.

Untuk menjaga integritas rantai pasok, KOLTIVA memastikan pelaporan yang transparan dan 
penanganan terpisah, sehingga komoditas bebas deforestasi dan rendah karbon tetap dapat 
ditelusuri dari asal hingga pasar.

Pada saat yang sama, perusahaan memberdayakan produsen dengan alat digital, pelatihan cerdas iklim, dan insentif berbasis kinerja, memungkinkan petani mengurangi emisi langsung di sumbernya. 

Dengan mengintegrasikan elemen-elemen ini, KOLTIVA menjembatani kesenjangan antara realitas lapangan dan pelaporan di tingkat manajemen.