Kebutuhan dan Peluang Kepatuhan
Tekanan semakin meningkat seiring dengan kebutuhan pelaporan dan praktik ramah lingkungan yang semakin dituntut. Regulasi seperti EU Corporate Sustainability Reporting Directive (CSRD) mewajibkan perusahaan besar untuk mengungkapkan emisi Scope 3 dalam laporan tahunan.
Perusahaan yang gagal melakukan verifikasi Scope 3 akan enghadapi sanksi, kerusakan reputasi, dan dikeluarkan dari akses pembiayaan dan pasar. Sebaliknya, perusahaan yang bergerak lebih awal mendapatkan keunggulan pertama dalam pengadaan dan akses investasi terkait iklim.
“Scope 3 adalah tempat aksi iklim benar-benar terjadi. Tanpa transparansi rantai pasok, target iklim berisiko menjadi janji di
atas kertas," kata Manfred Borer, CEO dan CoFounder KOLTIVA.
Manfred mengatakan, dengan menggabungkan teknologi dan keterlibatan lapangan, KOLTIVA
memastikan perusahaan tidak hanya menghitung tetapi juga mengurangi emisi mereka.
“Data Scope 3 yang terverifikasi bukan hanya tentang kepatuhan, tetapi juga keunggulan
kompetitif,” kata Manfred.
“Perusahaan yang mampu membuktikan pengurangan nyata akan membuka akses pembiayaan iklim, memperkuat kepercayaan konsumen, dan mengamankan posisi mereka dalam ekonomi rendah karbon," jelasnya.
Seiring meningkatnya pengawasan atas komitmen iklim dari regulator, investor, dan konsumen, Scope 3 menjadi ujian nyata bagi klaim keberlanjutan korporasi.
Data yang terverifikasi di tingkat lapangan menawarkan jalan untuk memulihkan kepercayaan dan membuktikan bahwa Net Zero lebih dari sekadar slogan.
Scope 3 Jadi Isu Kritis Dalam Strategi Iklim Korporasi
Diskusi pembaca untuk berita ini