Sementara, menurut seorang pemimpin suku Dayak di Kabupaten Sanggau, Beatus Pius Onomuo, dana diberikan setelah penilaian partisipasi penuh atas lahan dan sumber daya alam desa yang dilakukan melalui kemitraan yayasan dengan Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS).

"Nah, kedutaan Besar Selandia Baru melalui Head of Embassy Fund-HEF dengan senang hati mendukung kegiatan dari Yayasan 4F yang sejalan dengan kebijakan Aotearoa New Zealand untuk pembangunan berkelanjutan. Aotearoa New Zealand mengakui pentingnya solusi lokal, yang mencerminkan bahwa banyak masyarakat telah beradaptasi untuk hidup dengan dampak perubahan iklim selama beberapa dekade, terakhir," ujarnya.

Menurutnya, hal itu juga termasuk mendukung kemitraan yang berfokus pada mengikutsertakan dan mendukung masyarakat dan komunitas yang paling rentan. Ia berharap tim 4F dan para mitra dapat meraih kesuksesan di masa mendatang.

"Kami berterima kasih kepada pemerintah Selandia Baru yang telah mendukung upaya yayasan melindungi hutan. Kami tahu bahwa pemerintah Selandia Baru adalah pendukung kuat pembangunan berkelanjutan, termasuk mempertimbangkan warisan budaya dan nilai-nilai adat masyarakat," ujarnya.

"Kami berharap upaya masyarakat adat dalam melestarikan hutan dapat menghasilkan nilai tambah dan produk yang kami hasilkan ini juga dapat diterima dengan baik di pasar. Ini kami lakukan tidak lain hanya untuk mendukung upaya dalam menjaga hutan agar tetap lestari dan terus terjaga dari generasi ke generasi," pungkasnya.