Nusantara 

Tips Buat Petani: Jangan Percaya Petugas Sortasi

Tips Buat Petani: Jangan Percaya Petugas Sortasi
Netap Ginting saat menyaksikan proses sortir atau greeding TBS di salah satu PKS di Kota Subulussalam, Aceh, Kamis (23/9/2022) pagi. (Dok. pribadi)

Medan, Elaeis.co - Kualitas buah merupakan kriteria utama yang diperhatikan semua pabrik kelapa sawit (PKS). Sortasi atau seleksi tandan buah segar (TBS) dilakukan untuk mendapatkan buah yang baik.

Tidak jarang hasil panen petani ditolak karena dinilai tidak memenuhi persyaratan yang dimaui PKS. Perusahaan tidak mau menanggung kerugian akibat mutu TBS yang buruk.

“Memang banyak PKS yang melakukan sortir yang sangat ketat, sehingga buah yang lolos atau yang diterima adalah yang kelas satu. Nah, kalau sudah buah kelas satu, tentu saja harganya pun di atas harga rata-rata buah sawit yang biasa,” kata Syarifudin Sirait, Ketua Koperasi Petani Kelapa Sawit (KPKS) Kecamatan Pasir Mandoge, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, kepada Elaeis.co, Kamis (23/9/2021).

Ketua DPW Asosiasi Petani Kelapa Sawit Pola Inti Rakyat (Aspek-PIR) ini mengakui, memang ada PKS yang tidak terlalu ketat dalam proses sortir buah. “Tapi sebaiknya kita bicara PKS dengan sortir TBS yang ketat saja, agar petani sawit termotivasi menghasilkan buah yang bagus dan berkualitas,” tukasnya.

Menurutnya, salah satu yang sangat diperhatikan PKS saat sortasi adalah tangkai buah. Dia mengingatkan petani jangan pernah lalai memotong tangkai janjangan buah. “Hal ini sering dianggap sepele. Tapi tangkai ini justru menimbulkan kerugian bagi PKS dan petani sawit sendiri,” jelasnya.

“Kalau di Kecamatan Pasir Mandoge, hampir semua petani sawit dan tenaga pemanen memahami hal ini. Jika kedapatan ada buah yang panjang tangkainya, langsung dipotong sebelum dinaikan ke truk,” tambahnya.

Yang juga tidak boleh disepelekan petani adalah kematangan buah. “Panen harus sesuai dengan waktunya. Kalau sudah saatnya dipanen, ya panenlah. Jangan masih mengkal pun sudah dipanen,” pesannya.

Sementara itu, Ir Netap Ginting, Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Kota Subulussalam, Aceh, menyarankan petani menanam bibit tenera yang merupakan persialangan dari dura dan pisifera. “Tenera itu rendemennya tinggi, sesuai dengan yang diinginkan PKS,” sebutnya.

Ia juga mewanti-wanti petani agar memperhatikan betul tingkat kematangan buah saat panen. “Buah yang terlalu masak pun rendah nilainya di mata petugas sortir PKS. Jadi, jangan mentah, jangan pula masak kali buahnya. Saya sering diberi tahu pihak PKS kalau buah mentah dan terlalu masak terpaksa dikembalikan ke petani,” tukasnya.

Netap juga mengingatkan petani menyempatkan diri menyaksikan proses penyortiran di PKS. “Datang dan lihat langsung, supaya tahu benar atau tidak proses sortirnya,” tandasnya.

Menurutnya, pihak PKS ada juga yang nakal dan tidak objektif dalam proses sortir buah sawit milik petani. Itu sebabnya dia meminta petani atau penyuplai buah agar rajin-rajin mengikuti proses sortir atau greeding yang dilakukan pihak PKS. 

“Nanti ada itu yang mau menyiram buah kita, ya disiram dengan air atau pasir, sehingga membuat buah kita dinilai rendah kualitasnya. Ujung-ujungnya, jatuhlah harga buah kita karena ulah nakal petugas sortir PKS,” pungkasnya.


 

Editor: Rizal