Jakarta, elaeis.co - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menyelesaikan uji jalan penggunaan bahan bakar B40 pada kendaraan bermesin diesel.
Setelah ini, pemerintah akan mengeluarkan rekomendasi teknis kebijakan implementasi bahan bakar campuran biodiesel 40% ini agar segera diimplementasikan.
Pemakaian Bahan Bakar Nabati (BBN) khususnya biodiesel diharapkan sebagai upaya strategis untuk mengurangi impor Bahan Bakar Minyak (BBM) sekaligus meningkatkan bauran energi baru terbarukan di Indonesia.
"Pertama saya senang perfoma B40 bisa merespon kebutuhan energi kendaraan. Kedua, emisinya bisa turun karena pemanfaatan Bioenergi makin tinggi. Kita patut bersyukur negeri ini memberikan potensi sumber energi yang banyak," ujar Menteri ESDM Arifin Tasrif dalam keterangan resminya dikutip elaeis.co, Rabu (2/11) malam.
Arifin juga memastikan, pemerintah akan terus mendorong pemanfaatan sumber-sumber energi yang ada di Indonesia.
"Mata kita sekarang baru terbuka di tengah krisis konflik Rusia-Ukraina yang menyebabkan kesulitan pasokan energi khususnya migas karena sumber migas yang banyak di Rusia tidak bisa dimanfaatkan lalu kemudian produsen migas, OPEC+ itu mengurangi produksinya," ungkapnya.
Saat ini, sambung Arifin, merupakan waktu yang tepat untuk mengembangkan energi baru terbarukan untuk mencukupi kebutuhan BBM dalam negeri yang selama ini dipenuhi melalui impor.
"Kita bayangkan sekarang produksi minyak kita kira-kira 650.000 barel per hari, sedangkan kebutuhan kita 1,3 juta barel per hari. Apa jadinya kalau kita tidak bisa beli yang 650 ribu barel karena tidak ada pasokan. Apalagi kemampuan kita cuma 50%. Separuhnya kebutuhan kita dipenuhi dari minyak impor," ujarnya.
"Sekarang kita harus berbenah, buru-buru untuk bisa mencoba memanfaatkan sumber-sumber energi yang terbarukan khususnya untuk bisa kita manfaatkan, dan kedepannya kita harus bisa mandiri energi, itulah yang namanya ketahanan energi buat Indonesia," tambah Arifin.
Warga 62 Harus Tahu, BBM Campuran Sawit 40 Sudah Mau Beres Loo...
Diskusi pembaca untuk berita ini