Salah satu pengayaan pengetahuan dan ilmu keteknikan pertanian yang dilakukan Dr Andreas adalah melalui penelitian Grant Riset Sawit. Penelitian berjudul 'Truk Cerdas Pemuat TBS Kelapa Sawit' ini merupakan satu dari 57 proposal yang didanai BPDPS tahun 2025, setelah mengalahkan kurang lebih 700 proposal yang lain. 

Penelitian tersebut akan mengatasi persoalan pemuatan dan pengangkutan TBS sawit yang saat ini umumnya dilakukan secara manual. 

Dr Andreas bersama tim merancang bangun secara mekatronika sistem pemuat TBS dari TPH ke bak truk berteknologi maju. 

Pengembangan ini melibatkan ilmu mekanisasi, teknologi informasi, otomatisasi dan sistem kontrol, dan sifat fisik bahan (TBS). Dengan sistem cerdas tersebut maka dapat dicapai ketepatan (precision agriculture). 

Luaran penelitian berupa prototipe akan memberikan dampak efisiensi sekaligus mengurangi potensi kecelakaan kerja (pemuat TBS) di industri kelapa sawit maupun masyarakat luas. 

Sistem atau mesin ini juga dapat diterapkan pada komoditas perkebunan yang lain seperti tebu. Pelaksanaan penelitian juga melibatkan beberapa mahasiswa Prodi Teknik Pertanian, sehingga bisa menjadi ajang transfer ilmu dan kemampuan penelitian bagi  mahasiswa.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada BPDP yang telah memberi kesempatan kepada tim peneliti INSTIPER untuk berkontribusi pada pengembangan kelapa sawit Indonesia melalui penelitian," ujarnya. 

Dr. Andreas juga mengaku sangat bersyukur karena menjadi salah satu dari tiga tim peneliti INSTIPER yang lolos didanai penelitian Grant Riset Sawit.

"Kami mengajak mahasiswa dan calon mahasiswa Teknik Pertanian untuk mengambil kesempatan pengembangan mekanisasi dan otomatisasi perkebunan, yang semakin dibutuhkan," ujarnya. 

"Bagi calon mahasiswa yang memiliki minat di bidang mekanisasi dan otomatisasi industri perkebunan, terutama kelapa sawit, jangan ragu, segera mantapkan diri untuk merajut masa depan gemilang bersama Prodi Teknik Pertanian INSTIPER. Banyaknya mitra kerja INSTIPER, yakni berbagai perusahaan dan industri perkebunan akan relatif memudahkan lulusan Teknik Pertanian Instiper mendapatkan pekerjaan dan berkarir," pungkasnya.