Langkat, elaeis.co - Berkolaborasi dengan Komisi IV DPR RI, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) menggelar bimbingan teknis dan expo sawit baik Indonesia 2022 di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut), Senin kemarin.
Kepala Divisi KUKM BPDPKS Helmi Muhansyah mengatakan, kelapa sawit banyak menghasilkan berbagai ragam produk yang bernilai ekonomis bagi masyarakat Indonesia.
"Selama 24 jam kita hidup, tidak lepas dari sawit. Mulai dari kita tidur dan tidur kembali, tidak bisa lepas dari kelapa sawit," ujarnya dalam siaran pers yang diterima elaeis.co, Rabu (23/11).
Ia menjelaskan, program yang dikembangkan oleh BPDPKS dalam mengembangkan sawit di Indonesia antara lain Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), Sarana dan Prasarana Perkebunan, Pengembangan Sumber Daya Manusia, Penelitian dan Pengembangan, Promosi, Pemenuhan Kebutuhan Pangan, Hilirisasi Industri Perkebunan Kelapa Sawit serta Penyediaan dan Pemanfaatan Bahan Bakar Nabati.
"Program pemerintah melalui BPDPKS yang disalurkan seyogyanya memberikan dampak bagi peningkatan Kesejahteraan Petani," kata dia.
Sementara, Anggota Komisi IV DPR RI Djarot Syaiful Hidayat mengungkapkan, Kabupaten Langkat merupakan daerah yang fokus pada pengembangan pertanian dan kawasan pariwisata. Berbagai program yang menjadi aspirasinya, telah dikucurkan kepada masyarakat Kabupaten Langkat.
Djarot menjelaskan, di Sumatra Utara, terdapat 1,4 juta hektare perkebunan kelapa sawit dan 1 juta hektare di antaranya dikuasai perusahaan, serta 400 hektare dikelola oleh rakyat.
Dalam pengembangan komoditas kelapa sawit ini, ada masalah yang menjadi keluhan yakni tentang pupuk subsidi yang sulit di dapatkan. Masalahnya, kata Djarot, pupuk bersubsidi ini selalu salah sasaran sehingga yang menikmati bukan rakyat yang memiliki lahan sawit yang kecil, tetapi mereka yang memiliki lahan kebun kelapa sawit leih ribuan hektare.
"Ini kan tida adil," ujarnya.
Gandeng Komisi IV DPR RI, BPDPKS Gelar Bimtek di Langkat
Diskusi pembaca untuk berita ini