Medan, elaeis.co - Sampai hari ini sudah 32 perusahaan pemain biodiesel di Indonesia. Mereka tersebar di enam pulau; Sumatera, Kepulauan Riau, Jawa, Bali, Kalimantan dan Sulawesi. 

Dari perusahaan sebanyak itu, 10 di antaranya tidak untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. 

Dalam paparan Wakil Ketua Umum Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi), Catra de Thouars, pada acara Indonesia International Palm Oil Conference ke-9 di Medan Sumatera Utara (Sumut) awal bulan ini, kapasitas terpasang 32 perusahaan tadi mencapai 17,14 juta kiloliter (kl) dengan total investasi sekitar USD1,77 miliar.

Dari total kapasitas terpasang itu, Wilmar menjadi yang terbesar, mencapai hampir 4 juta kl. 

Berikut nama-nama perusahaan dan nilai investasinya; 

Sumut
PT. Sintong Abadi 35.000 kl-USD2,44 juta. Tidak untuk lokal
PT. Musim Mas 459.770 kl-USD31,33 juta.
PT. Permata Hijau Palm Oleo 417.214 kl-USD56,16 juta.

Riau
PT. Sari Dumai Oleo 413.793 kl-USD41,37 juta. Tidak untuk lokal
PT. Inti Benua Perkasatama 442.529 kl-USD55,55 juta.
PT. Ciliandra Perkasa 287.356 kl-USD46,58 juta.
PT. Pelita Agung Agriindustri 229.885 kl-USD48,27 juta.
PT. Pelita Agung Agriindustri 568.966 kl-USD70,67 juta.
PT. Sari Dumai Sejati 689.655 kl-USD30 juta
PT. Wilmar Bioenergi Indonesia 1.603.448 kl-USD158,12 juta.
PT. Bayas Biofuels 862.069 kl- USD85 juta.