Sejak remaja, anak ‘Pendowo Limo’ punya prinsip yang kuat dan tegas. Kepincut wanita Gunung Kidul di kebun sawit.
Mata lelaki 59 tahun ini memandang jauh, menembus jejeren Pegunungan Arfak di kawasan Kampung Warmare Distrik Warmare Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat itu, Sabtu pagi pekan lalu.
“Dari nama pegunungan itulah cikal bakal nama Koperasi Produsen Sawit Arfak Sejahtera yang saya pimpin sekarang. Kebetulan pegunungan itu nampak dari kebun-kebun kami yang berada di tiga distrik; Warmare, Prafi dan Masni,” Cerita Dorteus Paiki saat mengajak Elaeis Magazine menengok pohon-pohon kelapa sawit yang baru ditanam tahun lalu hasil program Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDKS) yang bernama Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).
Ada sekitar 84 hektar tanaman kelapa sawit yang sudah tumbuh menghampar di kiri kanan jalan lintas Kota Manokwari-Prafi itu. Tanaman yang menjadi bagian dari 2000 hektar lebih lahan yang sudah ditanami kelapa sawit melalui program PSR. Semuanya dibagi dalam lima tahap pada rentang waktu 2020 - 2021.
Baca juga: Mereka Bilang Bapa Putih...
Berceritakan soal PSR, ingatan ayah empat anak ini langsung kembali ke masa lalu, masa-masa awal dia bersama teman-temannya berjuang agar kebun kelapa sawit rakyat di Manokwari bisa berlanjut.
Panglima Petani Sawit Papua Barat
Diskusi pembaca untuk berita ini