Pekanbaru, elaeis.co - Kementrian Perdagangan melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (Bappebti) berencana akan meluncurkan Bursa Sawit. Dimana akan digunakan untuk menentukan harga CPO sebagai patokan menetapkan harga TBS kelapa sawit dalam negeri.

Artinya lewat langkah ini, Indonesia mencoba tidak bergantung kepada harga CPO luar negeri.

Pengamat Ekonomi Universitas Riau (Unri) Dahlan Tampubolon mengatakan Indonesia merupakan produsen CPO terbesar di dunia. Sehingga sudah selayaknya memiliki acuan harga CPO sendiri.

"Jika kita miliki acuan sendiri maka Indonesia dapat memainkan peranan yang lebih penting dalam dunia persawitan secara global," terangnya, Selasa (30/5).

Disamping itu lanjutnya, petani dalam negeri juga akan menikmati keuntungan tersendiri. Yakni harga TBS kelapa sawit semakin meningkat.

Ia berharapkan dengan adanya pasar berjangka Indonesia, produsen domestik bisa lebih baik keadaanya. Terutama para petani yang jumlahnya sangat besar dan menopang ekonomi pedesaan di Indonesia.