"Industri minyak nabati di luar negeri, khususnya Eropa dan Amerika Serikat, sangat terganggu dengan kehadiran minyak sawit dari Indonesia. Sebab minyak sawit Indonesia lebih unggul dan ramah lingkungan. Itu sebabnya generasi milenial diharapkan jangan mudah percaya dengan isu yang berkembang atau berita hoax," bebernya.
Dia berharap forum tersebut bisa memberikan pemahaman kepada generasi muda bahwa sawit Indonesia baik dan berkelanjutan (sustainable).
"Kelapa sawit itu ibaratnya bidadari yang selalu menjadi bahan julid atau bully. Padahal, manfaatnya bagi kehidupan kita sangat besar. Sebagai bahan baku handsanitizer, sabun kesehatan, kosmetik, minyak goreng, hingga bahan bakar kendaraan dan pembangkit listrik," pungkasnya.
Ketua panitia inagurasi yang juga Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Faperta UHN, Ir Bangun Tampubolon MS, menyambut antusias pemaparan Sawit Baik oleh DPP Samade.
"Kami akan lebih mendalami lagi nantinya di kampus sehingga hal ini bisa tertuang dalam kurikulum Fakultas Pertanian. Dengan demikian isu negatif tentang kelapa sawit yang dilontarkan berbagai pihak baik internal kita maupun Uni Eropa dapat ditepis oleh para mahasiwa atau generasi milenial yang akan melanjutkan perjuangan sawit berkelanjutan ke depannya," sebutnya.
"Semoga perjuangan Samade memberikan pemahaman tentang kebaikan sawit bisa menggugah generasi milenial Indonesia," tambahnya.
Mewariskan Sawit Baik dan Berkelanjutan Kepada Generasi Milenial
Diskusi pembaca untuk berita ini