Bengkulu, elaeis.co - Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) merupakan kegiatan padat karya karena banyak menggunakan tenaga manusia. Pelaksanaan program ini mampu menyerap banyak tenaga kerja di desa.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu, Ricky Gunarwan mengatakan, replanting kelapa sawit tidak hanya meningkatkan produktivitas tanaman perkebunan kelapa sawit, tetapi juga mampu membuka lapangan kerja bagi masyarakat.

"Program ini melibatkan banyak orang. Petani membutuhkan bantuan orang lain, mulai dari kegiatan merobohkan tanaman kelapa sawit tua, menanam bibit, bahkan sampai panen," kata Ricky, kemarin.

Menurutnya, tanpa bantuan pekerja, maka mustahil petani bisa menjalankan program ini dengan baik.
"Program ini akan banyak menyerap tenaga kerja lokal. Tidak hanya pada saat awal proses replanting, tapi juga setelah sawit berbuah," ujar Ricky.

Oleh sebab itu, Ricky meminta kepada seluruh pihak untuk mendukung sektor perkebunan kelapa sawit. Karena  sektor ini mampu berperan dalam mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Peran sektor perkebunan kelapa sawit sangat besar, yakni mampu mengurangi pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Dia berharap, petani di Bengkulu bisa mengikuti program replanting kelapa sawit. Sehingga bisa mengurangi angka pengangguran di daerah. Sebab jumlah pengangguran di Bengkulu tercatat mencapai 30 ribu orang pada tahun 2022 lalu.

"Kita minta petani sawit juga bisa berperan dalam mengurangi pengangguran di Bengkulu, salah satunya dengan ikut PSR," tutupnya.