Aceh, elaeis.co - Program kemitraan perdana antara kelompok tani dan perusahaan kelapa sawit resmi dikukuhkan di Desa Bukit Harapan, Kecamatan Gunung Meriah, Aceh Singkil Rabu (22/3) kemarin.
Peresmian kerjasama antara PT Nafasindo dan petani ini dilakukan langsung oleh Pj Bupati Aceh Singkil, Marthunis.
Terobosan ini tentu mendapat sambutan baik dari sejumlah pihak, seperti Apkasindo Aceh.
Ketua DPW Apkasindo Aceh, Sofyan Abdullah, mengatakan pola kemitraan sangat membantu terlaksananya kegiatan PSR kebun petani. "Mantap, petani akan sangat terbantu," ujarnya saat berbincang bersama elaeis.co, Kamis (23/3).
Lanjutnya, bukan hanya terbantu dalam pengajuan, petani yang telah bermitra dengan perusahaan juga akan terbantu dari sisi pendanaan.
Dikatakan, meski sudah ada dana hibah dari BPDPKS sebesar Rp30 juta/hektar, namun untuk sampai produksi petani masih kekurangan biaya yang besarannya hampir sama dengan dana hibah tadi.
"Terbantunya, petani bisa ambil dana KUR untuk menambah kekurangan biaya PSR itu. Sehingga kebun petani bisa menghasilkan di tahun ke-3," paparnya.
Terlebih lagi, menurut Sofyan, jika managemen dikendalikan lewat kemitraan tadi sebagai apalis. "Tentu kesejahteraan petani akan semakin terjamin," ungkapnya.
Sofyan berharap kemitraan perdana di kabupaten Aceh Singkil ini dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain di wilayah itu. Sebab meski memiliki kuasa kebun yang cukup luas namun Aceh Singkil masih menyandang wilayah kemiskinan terbesar di Aceh.
"Apkasindo Aceh sangat mendukung gagasan pola kemitraan yang digagas bapak bupati," tutupnya.
Pola Kemitraan Sokong Kesuksesan PSR
Diskusi pembaca untuk berita ini