Papua, elaeis.co - Potensi lahan untuk pemanfaatan kebun kelapa sawit masih terbuka luas di Papua. Diperkirakan masih mencapai 251.864 hektar.
Sayangnya, sinergi antara perusahaan sawit di Papua masih sangat minim. Ini tampak dari kurang kompaknya perusahaan untuk menyatukan misi dengan bergabung ke Gabungan Perusahaan Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) cabang Papua.
Ketua Gapki Papua, Tulus Sianipar mengatakan saat ini hanya 9 perusahaan yang sudah bergabung di Gapki Papua. Padahal ada sekitar 20 perusahaan kelapa sawit yang beroperasi di provinsi tersebut.
"Sebetulnya sudah sejak beberapa waktu lalu kita mengimbau. Ini bertujuan agar misi dan visi kelapa sawit berkelanjutan berada di jalur yang benar," ujarnya kepada elaeis.co, Senin (4/5).
Disamping itu, potensi lahan untuk perkebunan sawit masih luas di Papua. Dimana 7,8 persen perkebunan raya atau 190.122 hektar di Papua. Lalu 61.742 di Papua barat. Sementara untuk produksi tiap tahun kebun tersebut menghasilkan 843.748 ton CPO.
Masalah lain kata Tulus, tidak sedikit HGU lahan dikuasai oleh perusahaan yang justru tidak aktif. Sehingga menghambat percepatan pemanfaatan potensi lahan tadi.
Potensi Lahan Masih Luas, Tapi Baru 9 Perusahaan Gabung Gapki di Papua
Diskusi pembaca untuk berita ini