Bengkulu, elaeis.co - Pelaksanaan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu akan berhasil jika pemerintah membantu pengadaan pupuk bagi petani kelapa sawit. Sampai saat ini harga pupuk non subsidi di pasaran sangat mahal dan hal tersebut tentu saja membuat banyak petani kelimpungan untuk mengelola biaya produksi.
Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura, dan Perkebunan Provinsi Bengkulu, Ir Ricky Gunarwan mengatakan, tingginya harga pupuk akan mengganggu PSR yang digalakkan oleh pemerintah pusat.
"Petani yang ikut program PSR saat ini mengeluh karena harga pupuk non subsidi mahal, sementara mereka telah dilarang membeli pupuk subsidi," kata Ricky, kemarin.
Baca juga: Petani Minta Lakukan Pendampingan Saat PSR
Menurutnya, petani terpaksa harus memutar otak untuk mencari solusi terkait mahalnya harga pupuk non subsidi. Mereka ada yang menggunakan pupuk kandang dan ada juga yang memanfaatkan abu sekam padi untuk meningkatkan unsur hara tanah.
"Petani peserta PSR terus mencari solusi pupuk alternatif. Karena harga pupuk non subsidi dan herbisida melonjak tajam, bisa-bisa dana bantuan Rp 30 juta per hektare dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) akan habis hanya untuk beli pupuk dan herbisida saja," tukasnya.
PSR Terancam Berantakan, Pemerintah Pusat Diminta Ambil Langkah ini
Diskusi pembaca untuk berita ini