Sosialisasi larangan membakar lahan yang terus digencarkan pemda setempat terbukti efektif menurunkan karhutla. Sosialisasi dan pelatihan penanggulangan kebakaran terhadap pekebun sawit, lada, karet, kakao, dan komoditas pertanian lainnya, ikut berkontribusi terhadap penurunan GRK basis asap.

Isran mengaku sangat bersyukur karena Indonesia telah menerima pembayaran awal insentif tersebut. "Ini bisa menjadi percontohan karena yang pertama di Asia Tenggara, bahkan Asia Pasifik.  Apalagi Kaltim juga yang pertama di Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya, insentif itu menjadi bukti begitu besarnya kontribusi Kaltim untuk dunia.

"Inilah mengapa Kaltim sangat memenuhi syarat menjadi ibu kota negara. Ini merupakan perjalanan panjang yang tidak mudah seperti membalikkan telapak tangan,” tandasnya.

Satu Khaone,  Direktur Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste, mengucapkan terima kasih banyak pada Kaltim karena sudah ikut berkontribusi dalam program penurunan emisi.

"Semoga program ini berjalan semakin baik ke depannya dan dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Kaltim dan dunia," katanya.