"Alhamdulillah, Yayasan Setara Jambi bersedia menjadi pendamping kami. Terima kasih sekali, kami dibantu mengambil foto udara menggunakan drone," kata bapak satu anak tersebut.

Menurutnya, proses pemetaan kebun petani yang dilakukan Riki, staf Setara Jambi, berlangsung empat hari.

"Kendalanya cuaca, kadang tiba-tiba hujan. Tapi sudah terlewati, sekarang petanya sudah ada dan sudah diserahkan ke disbun,” tambahnya.

Ali Suharjo, staf Setara Jambi, mengatakan, pihaknya berkomitmen akan terus mendukung upaya peningkatan kapasitas dan taraf hidup petani sawit. 

"Kebetulan kami melakukan pendampingan persiapan sertifikasi kelapa sawit berkelanjutan yang didukung oleh Program SPOS Indonesia dan Yayasan Kehati di Muara Tabir. Kalau ada petani yang membutuhkan pemetaan kebun menggunakan GPS dan drone, akan kami bantu," jelasnya.

Setara Jambi telah melatih 14 orang warga menjadi anggota tim pemetaan. 8 orang menjadi tim pemetaan GPS dan 6 orang menjadi tim pemetaan dengan wahana pesawat tanpa awak atau drone. 

"Harapannya tim pemetaan yang ada di desa dapat membantu petani dalam melaksanakan pemetaan kebun untuk kegiatan pengajuan sarpras, PSR dan kebutuhan lainnya yang mensyaratkan peta kebun petani," katanya. 

"Adanya sumber daya manusia yang dapat melakukan pemetaan menggunakan GPS dan drone, tentu akan menjadi aset bagi desa untuk membantu kegiatan pemetaan yang diperlukan desa," tambahnya.