Pekanbaru, elaeis.co -  Selain 10 unit helikopter, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau ternyata juga mengusulkan bantuan pesawat Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) ke pemerintah pusat.

"Jadi nanti BPNB yang koordinasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk menurunkan pesawat TMC. Tapi itu tergantung kondisi. Sebab sebelum pesawat dikirim akan ada kajian terlebih dahulu," kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, M Edy Afrizal.

Sebelumnya, Pemprov Riau sudah mengirim surat permintaan bantuan helikopter water bombing dan patroli ke pemerintah pusat, untuk pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Riau 2023. 

Surat permintaan bantuan helikopter tersebut disampaikan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI, dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). 

Edy mengatakan, melalui keterangan resmi Humas Pemprov Riau, sesuai rencana bantuan helikopter yang diusulkan ke BNPB dan KLHK sebanyak 10 unit. Helikopter tersebut sebagai dukungan operasi udara dalam pencegahan dan penanggulangan Karhutla Riau 2023. 

Usulan bantuan helikopter dan pesawat TMC itu tersebut dilakukan setelah Provinsi Riau resmi menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tahun 2023, terhitung mulai 13 Februari sampai 30 November 2023. 

Penetapan status siaga darurat Karhutla Riau berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Riau Nomor: Kpts.191/II/2023. 

Penetapan tersebut berdasarkan arahan Presiden dan Menko Polhukam, agar provinsi berpotensi Karhutla untuk segera menetapkan status siaga darurat Karhutla 2023 lebih awal, karena Provinsi Riau diprediksi tahun ini akan mengalami musim kemarau panjang.