Rengat, elaeis.co - Para petani kelapa sawit dalam naungan kelompok tani Karya Serumpun di Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, sepakat untuk membuat pupuk organik dan hayati dengan tujuan utama kebutuhan perawatan kebun tidak terganjal dampak dari situasi harga pupuk kimia yang saat ini terbilang belum stabil.
Juliono, selaku Ketua Koperasi Karya Serumpun, mengatakan produk pupuk sendiri itu nantinya selain dapat membatu petani juga bermanfaat dalam mengurangi mitigasi gas rumah kaca. Apalagi, katanya, koperasi Karya Serumpun sudah memiliki sertifikasi internasional Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).
"Ada dua jenis pupuk yang saat ini sedang dibuat, di antaranya pupuk organik padat dan cair. Untuk pupuk padat sekarang stoknya terbilang besar ketimbang yang cair," katanya kepada elaeis.co saat dikonfirmasi, Senin (13/3).
Menurutnya, untuk saat ini pupuk tersebut belum layak diedarkan kepada petani kelapa sawit yang bukan anggota Karya Serumpun sebab sedang tahap pengurusan perizinannya. "Yang sudah pakai pupuk organik itu adalah petani binaan Karya Serumpun sendiri dengan jumlah anggota sekitar 530 Kepala Keluarga (KK)," ujarnya.
Untuk diketahui, Karya Serumpun memiliki luasan areal perkebunan kelapa sawit kurang lebih sekitar 1.000 hektar dengan kelompok tani sebanyak 17 kelompok yang tersebar di Kabupaten Indragiri Hulu hingga Indragiri Hilir.
Dia mengatakan, segala terobosan yang dibuat Karya Serumpun ini tidak terlepas atas bimbingan pihak Widya Erti Indonesia (WEI) yang terus memberikan motivasi kepada petani swadaya. "Adanya produk pupuk sendiri ini nantinya diharapkan dapat memberi dampak positif bagi petani seperti penghasilan tambahan, mengurangi pengangguran, hingga mencapai kesejahteraan," ungkapnya
Penurunan Mitigasi Gas Rumah Kaca, Petani Ini Buat Pupuk Organik
Diskusi pembaca untuk berita ini