Pekanbaru, elaeis.co - Berbekal keyakinan dan modal pelatihan yang didapat saat workshop yang digelar DPP Asosiasi Sawitku Masa Depanku (SAMADE) di Grand Central Hotel Pekanbaru belum lama ini, Karmila Sari SKom MM memutuskan membeli dua buah mesin pengolah lidi sawit. Ketua DPW SAMADE Riau itu kemudian menghibahkan mesin itu sebagai modal usaha bagi kaum ibu di kampungnya.
Mesin tersebut merupakan hasil kreasi Gunawan, petani sawit dari Kecamatan Pekaitan, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil). “Harganya mendekati Rp 6 juta per buah, saya beli pakai dana pribadi. Saya hibahkanlah dua mesin itu ke kelompok tani sawit atau (KTS) binaan SAMADE Rohil. Kebetulan saya juga dari Rohil, jadi bisa kontrol perkembangan penggunaan mesinnya,” katanya kepada Elaeis.co, Minggu (5/12/2021).
Ia melihat para petani sawit, terutama kaum ibu, sangat antusias dalam mengembangkan usaha lidi sawit. Agar lebih berkembang, Karmila tidak membatasi warga yang ingin ikut dalam kegiatan UMKM lidi sawit itu. “Siapa saja boleh bergabung, tidak harus punya kebun sawit,” jelas Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Riau ini.
“Kalau usaha ini berkembang, besok-besok kalau ada yang membutuhkan lidi sawit kita bisa langsung sediakan. Saat ini pasar ekspor lidi sawit sangat menjanjikan, sejauh ini India sangat meminati lidi sawit asal Indonesia,” tambahnya.
Agar nilai ekonominya lebih tinggi, katanya, lidi sawit dijadikan barang kerajinan seperti tas, kotak tisu, bahkan piring untuk pedagang kuliner atau untuk keperluan pesta.
“Kebetulan di Rohil ada yang namanya industri kecil menengah (IKM) Rumah Tamaddun, berdiri sejak 2017 dan telah menciptakan produk kerajinan dari lidi sawit yang bisa dijadikan suvenir di berbagai objek wisata," kata perempuan kelahiran 1982 ini.
Menurutnya, pilot project usaha pengolahan lidi sawit tersebut mendapatkan dukungan moril dari Ketua Umum DPP SAMADE, Tolen Ketaren. “Kalau pilot project ini berproses dengan baik, saya akan menerapkannya ke seluruh cabang SAMADE di Riau. Saya ingin petani sawit swadaya yang tergabung dalam SAMADE Riau memiliki kemampuan berkreasi dan mendapatkan penghasilan tambahan dari kebun sawit masing-masing,” sebutnya.
Selain untuk mengembangkan UMKM, dia mengaku membeli mesin lidi sawit sebagai penghargaan dan pemberdayaan terhadap warga Rohil yang ternyata mampu menciptakan banyak mesin untuk kebutuhan petani.
"Pak Gunawan enggak sekolah tinggi, tapi bisa bikin mesin PKS mini, mesin pengolah lidi sawit, mesin pembuat pelet ikan. Beliau bahkan bisa membuat mesin penggilingan padi secara mobile," ungkapnya.
Bantu Emak-emak Usaha Lidi Sawit, Karmila Beli Mesin Khusus
Diskusi pembaca untuk berita ini