Malah waktu Kamaruzaman meminta Kartu Keluarga dan KTP petani, dituding pula untuk kepentingan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).
Kalau pun ada petani yang percaya bakal ada bantuan, tapi tak percaya kalau besarannya sama seperti yang dibilang Kamaruzaman; Rp25 juta per hektar. "Ah, paling juga dikasi bantuan bibit," Kamar menirukan cibiran salah seorang anggotanya.
Heri Azmi menengok buah pohon kelapa sawitnya. Lelaki ini sudah bisa menghasilkan 1,2 ton sekali dua pekan. foto: aziz
Singkat cerita, setelah sekitar dua tahun ditunggu, program PSR itu ternyata ada. Tak ketulungan gembiranya para petani itu.
Uniknya, semua petani cuma memanfaatkan dana hibah yang Rp25 juta per hektar itu hingga tanaman sawitnya tumbuh subur seperti sekarang.
Kalaupun ada tanaman yang rusak atau mati, paling lantaran dihajar oleh binatang yang meringsek masuk ke kebun. "Kami tidak mau berutang. Biarlah uang yang ada saja," begitulah alasan petani kata Kamar.
Kamar maupun Alwie sama-sama cerita, sekitar 40 persen peserta PSR itu membikin tanaman sela. Kamar menanam kacang tanah. Sekali panen dia bisa mengantongi untung bersih Rp18 juta.
Alwie menanam semangka. Sekali panen dia bisa mengantongi duit Rp48 juta. "Sempat enam kali saya panen," katanya.
Soal pengerjaan PSR itu, ayah empat anak ini mengatakan begini; mana yang harus dikerjakan secara mekanis, dipakai alat mekanis. Yang bisa dikerjakan petani, diserahkan kepada petani.
"Rencana Anggaran Biaya (RAB) nya ada. Semua diperlihatkan pengurus koperasi. Termasuk harus pakai bibit unggul bersertifikat. Bibitnya dari PPKS Medan. Saat pengerjaan, tiap bulan, pengurus koperasi dan dinas datang mengontrol," detil Alwie menerangkan.
Hamparan tanaman kelapa sawit di kebun milik Amirul Akbar di Gampong Seumara. foto: aziz
Lantaran sudah tahu, petani meminta agar tata cara itu dijalankan. "Kalau sedikit saja ada hal menyimpang dilakukan oleh pengurus koperasi, petani pasti ribut. Karakter petani di sini memang seperti itu, kritis dan tak mau haknya diambil, walau secuil pun," katanya.
Cerita Rimbunnya Sawit PSR Bekas Kombatan di Aceh Barat
Diskusi pembaca untuk berita ini