Palembang, elaeis.co - Alokasi Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit untuk Pemprov Sumatera Selatan (Sumsel) tahun ini berkurang dibanding tahun 2023.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumsel Achmad Rizwan mengatakan, untuk tahun 2024, Pemprov Sumsel mendapatkan DBH Sawit sebesar Rp 49 miliar. "Turun Rp 2,2 miliar atau 4,29 persen dari DBH Sawit tahun 2023. Kalau tahun lalu, kita dapat Rp 51,2 miliar,” katanya dalam keterangan resmi dikutip Sabtu (27/4).
Menurutnya, selain Pemprov Sumsel, ada 17 kabupaten/kota di Sumsel yang juga mendapatkan alokasi DBH Sawit. Untuk tahun 2023 dan 2024 seluruh daerah di Sumsel menerima alokasi DBH sawit total mencapai Rp 472 miliar
"Seluruh daerah penghasil sawit mendapatkan alokasi DBH Sawit sesuai produksi. Alokasi terbesar diterima daerah penghasil sawit terbesar seperti Kabupaten Musi Banyuasin, Ogan Komering Ilir, Banyuasin, Ogan Komering Ulu Timur, Muara Enim, dan Musi Rawas," sebutnya.
"Daerah yang potensi sawitnya tidak banyak seperti Palembang, Pagaralam, dan Prabumulih, tetap mendapat bagian yang layak," tambahnya.
Menurutnya, 80% DBH Sawit dipakai untuk perbaikan infrastruktur. Sisanya untuk pendataan, peningkatan kompetensi dan sertifikasi bagi pekebun, dan perlindungan sosial pekerja non karyawan di perkebunan sawit.
"Saat ini Pemprov Sumsel dan seluruh pemerintah kabupaten/kota tengah menyusun Rencana Kegiatan dan Penganggaran (RKP) DBH Sawit tahun anggaran 2024 agar alokasi yang tersedia bisa segera digunakan," tukasnya.
RKP ditargetkan selesai pada 30 April 2024 agar penyaluran DBH Sawit ke masing-masing daerah penerima bisa segera dilaksanakan.
“Dari jadwal yang disampaikan pihak kementerian, bulan Mei atau Juni nanti dananya akan ditransfer ke pemerintah provinsi dan kabupaten/kota,” ujarnya.
Dapat Rp 49 Miliar, Jatah DBH Sawit Pemprov Sumsel Turun 4,29
Diskusi pembaca untuk berita ini