Di sisi lain, pemerintah tengah mendorong hilirisasi sawit agar nilai tambah tidak hanya dinikmati oleh pelaku usaha besar. Saat ini Indonesia menjadi salah satu pemain utama sawit dunia, dengan ekspor produk sawit pada 2025 tercatat mencapai sekitar 36,37 juta ton dengan nilai US$28,50 miliar.

Karena itu, keterlibatan koperasi desa dalam rantai industri sawit dianggap memiliki potensi membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Namun, Gapki menegaskan kunci utamanya tetap berada pada kesiapan dan kajian yang mendalam.

Asosiasi berharap setiap kebijakan baru di sektor sawit mampu memperkuat industri nasional, meningkatkan kesejahteraan petani, sekaligus menjaga posisi Indonesia sebagai produsen sawit terbesar dunia.

Sebab, di balik satu keputusan soal pabrik CPO, ada rantai ekonomi besar yang menghidupi jutaan orang dari hulu hingga hilir.